Sunday, March 29, 2015

Afgan – PadaMu Kubersujud

ku menatap dalam kelam
tiada yang bisa ku lihat
selain hanya nama-Mu Ya Allah
* esok ataukah nanti
ampuni semua salahku
lindungi aku dari segala fitnah
reff:
kau tempatku meminta
kau beriku bahagia
jadikan aku selamanya
hamba-Mu yang slalu bertakwa
ampuniku Ya Allah
yang sering melupakan-Mu
saat Kau limpahkan karunia-Mu
dalam sunyi aku bersujud
repeat *, reff
repeat reff
pada-MU

Lirik Lagu Titanium dan Terjemahan | David Guetta feat. Sia

*Sia
You shout it out
Kau berteriak kencang
But I can't hear a word you say
Tapi tak kudengar kata-katamu
I'm talking loud, not saying much
Aku bicara keras, tak banyak artinya
I'm criticized
Aku dikecam
But all your bullets ricochet
Tapi semua pelurumu memantul
You shoot me down
Kau tembaki aku
But I get up
Tapi aku bangkit

CHORUS:
I'm bulletproof, nothing to lose
Aku anti peluru, tak ruginya
Fire away[x2]
Kecamlah
Ricochet, you take your aim
Memantul, arahkan ke sasaranmu
Fire away[x2]
Kecamlah

[x2]
You shoot me down
Kau tembaki aku
But I won't fall
Tapi aku takkan jatuh
I am titanium
Aku titanium

Cut me down
Jatuhkanlah aku
But it's you who have further to fall
Tapi engkaulah yang akan terjatuh
Ghost town and haunted love
Kota hantu dan cinta berhantu
Raise your voice, sticks and stones may break my bones
Tinggikan suaramu, tongkat dan batu mungkin hancurkan tulangku
I'm talking loud, not saying much
Aku bicara keras, tak banyak artinya

CHORUS

Lirik Lagu Afgan - Ku Mohon

Setiap hariku mohon agar Kau senantiasa
Memberiku ketenangan dalam hati kekuatan
Menempuhi segala dugaan yang mencabar ini
Pasti punya artinya

Kau beri ku harapan
Menjawab segala persoalan
Hadapi semua dalam tenang
Dengan merasa kesyukuran

Ku doa Kau selalu
Mengawasi gerak-gerik ku
Berkatilah ku perlu rahmat dari-Mu

Oh Tuhan
Terangkan hati dalam sanubariku
Untuk menempuhi segala
Hidup penuh cabaran ini

Oh Tuhan
Ku berserah segalanya kepada-Mu
Agar jiwaku tenang
Dengan bimbingan-Mu selalu...

Ada kala ku merasa hidup ini seperti kaca
Jikalau tidak bersabar hancur berderailah akhirnya
Tabahkanlah hatiku melalui semua itu ooh...
Kuatkanlah, cekalkanlah diriku

Oh Tuhan
Terangkan hati dalam sanubariku
Untuk menempuhi segala
Hidup penuh cabaran ini

Oh Tuhan
Ku berserah segalanya kepada-Mu
Agar jiwaku tenang
Dengan bimbingan-Mu selalu...

oohh...

Curahkanlah nikmat - Mu kepada hidupku

Sebuah nasihat dari seorang Da’i



Pendahulu kita telah mendapatkan kemenangan dan kita telah menikmatinya.
Seharusnya kita merangkai kembali kejayaaan,
Agar anak cucu kita kelak merasakannya
            Kunci kemenangan para pendahulu kita adalah ada pada bagaimana mereka menata waktu yang mereka miliki. Mereka paham bagaimana mendahulukan yang penting diantara yang penting lainnya, kapan harus berhubungan dengan Allah dan sesama manusia, mereka tahu bagaimana membagi kehidupan akhirat dan dunianya!. Hal ini sebagaimana terungkap dalam perkataan mereka. Yahya bin Hubairoh berkata:
Waktu lebih berharga daripada apa yang anda pelihara
Saya rasa ia adalah sesuatu yang paling cepat hilang darimu

atau perkataan Al-Kholil bin Ahmad,

“Waktu itu ada tiga bagian: waktu yang telah berlalu darimu dan takkan kembali, waktu yang sedang engkau alami maka lihatlah bagaimana ia akan berlalu darimu, dan waktu yang engkau tunggu yang bisa jadi engkau tak akan mendapatkannya.”
Sebagian ulama bercerita tentang Abdullah bin Imam Ahmad, “Demi Allah! Saya tidak melihatnya kecuali tersenyum, membaca dan menelaah.”
            Telah dikatakan juga tentang pribadi al-khotib al-Baghdadi, “Saya tidak melihat al-khotib kecuali tangannya ada kitab yang ia telaah.”
            Diriwayatkan dari Amir bin Qois, seorang tabi’in yang zuhud, bahwa seorang laki-laki datang menghadapnya. Orang itu berkata, “Katakanlah padaku sesuatu!” Amir bin Qois menjawab, “Tolong hentikan matahari.” Artinya, “Tolong kau buat matahari berhenti bergerak agar aku bisa berbicara kepadamu.”
            Seorang yang dikenal sebagai al-Karkhi dikunjungi oleh sekelompok orang. Para pengunjung duduk berlama-lama sehingga ia mulai jenuh. Ia lalu berkata, “Malaikat pengatur matahari tidak pernah lupa untuk memutar dan menggerakkannya. Lalu kapan saatnya kalian pergi dan angkat kaki.”
            Demikian saudaraku, lihatlah mereka pendahulu kita bagaimana mereka menghargai waktu, sehingga mereka telah meninggalkan begitu banyak warisan berharga.
            Telah menceritakan kepada kami (redaksi) sebagian penuntut ilmu, bahwasanya bagaimana ulama-ulama kita di sana juga senantiasa mengisi waktu dengan kegiatan–kegiatan mereka yang begitu banyak dan bermanfaat bagi kaum muslimin, sampai-sampai diantara mereka (para ulama) ada yang hanya beberapa menit saja meluangkan waktu untuk istirahat dalam sehari, itu pun disela-sela kegiatan rutin mereka. Diceritakan, bahwasanya apabila ada seorang tamu yang memasuki ruangan Syaikh Bakr Abu Zaid (Anggota Majelis Fatwa Ulama Arab Saudi, banyak menulis buku-buku berharga yang cara pembahasannya jarang ditemui pada buku-buku lain), mereka akan ditanya tentang keperluannya untuk apa, apabila berkenan maka dipersilahkan masuk dan itupun akan diberi jatah waktu yang sudah ditentukan oleh beliau.

Karya Mereka yang Mencengangkan
Berikut ini adalah sebagian apa yang mencengangkan kita. Kita bisa melihatnya:

TANDA TANDA CINTA



Dunia seakan berhenti berputar, saat ia yang istimewa di hati tiba-tiba hadir di hadapan kita. Darah tiba-tiba mengalir lebih deras saat ia tersenyum. Jantung pun berdetak sangat kuat, bahkan kadang terasa berhenti berdetak saat ia menyapa dan mengeluarkan kata-kata. Suaranya yang (terasa) merdu seperti nyanyian Dawud membuat kita terbuai dan terlena hingga seolah-olah kita dibawanya terbang tinggi menembus angkasa.

Apa yang terjadi dengan hati pada saat itu..? Mengapa hadirnya membuat perasaan kita tidak menentu..? Padahal tidak ada yang istimewa dari dirinya. Jika kuberfikir ulang, begitu banyak gadis yang lebih istimewa, baik dari fisiknya ataupun yang lainnya. Namun, hati serasa terikat oleh getaran-getaran yang datang dan pergi tak menentu.
Hati-hati dengan hati dalam kondisi seperti itu. Mengapa..? Karena bisa jadi engkau lupa akan sesuatu. Apa itu..? Cinta yang sebenarnya.

Maksudnya..?

Aku tidak tahu, yang pasti aku tahu bahwa Allah swt. telah berfirman bahwa begitu banyak orang-orang yang menghadirkan tandingan-tandingan Allah swt.. Namun, Allah swt. menegaskan bahwa orang-orang beriman sangat besar kecintaannya terhadap Allah swt.. Tidak cukup digambarkan dengan luasnya samudera atau tingginya gunung-gunung di dunia.

Iman kepada Allah swt. berarti cinta. Maka, patutkah kita mengambil sesuatu yang lain untuk kita cintai melebihi kecintaan kita terhadap Allah swt…? Jika seorang perempuan saja tidak mau diduakan, maka bagaimana mungkin Allah ridha saat Dia diduakan dengan sesuatu yang kapasitasnya sungguh jauh dari-Nya. Jelas saja, Allah adalah al-Khaliq sedangkan ia adalah makhluq. Allah dapat memberikan manfaat, sedangkan ia tidak sedikitpun. Allah dapat memberikan pertolongan di akhirat, menghisab amal-amalan kita, menjamin kehidupan kita di dunia dan di akhirat. Sedangkan dia..???

Ketahuilah, bahwa Allah adalah Sang Pemilik Cinta. Dia pun Maha pencemburu. Dia begitu mencintai kita, namun kita telah mengkhianati-Nya. Apa bukti kita telah mengkhianatinya..?

Tanda-tanda cinta.

Maksudnya..?

Penelitian Ilmiah Tentang Puasa



A. Manfaat Puasa Secara Medis
Allah ta’alaa berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian untuk berpuasa sebagaimana juga telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa (Q.S. Al-Baqarah: 183).
Allah berfirman:
Dan andai kalian memilih puasa tentulah itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui (Q.S. Al-Baqarah: 184).
Apakah ilmu pengetahuan kontemporer sudah bisa mengungkap rahasia dari firman Allah “Dan jika kalian berpuasa maka itu lebih baik bagi kalian”???
Sesungguhnya ilmu pengetahuan kedokteran kontemporer belum mempu mengungkap hakikat puasa, selain hanya menyatakan bahwa puasa adalah keinginan yang boleh bagi manusia untuk melakukannya atau tidak. Itu saja.

Sesungguhnya puasa, setelah melalui berbagai penelitian ilmiah dan terperinci terhadap organ tubuh manusia dan aktivitas fisiologisnya menemukan bahwa puasa secara jelas adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh tubuh manusia sehingga ia bisa terus melakukan aktivitasnya secara baik. Dan puasa benar-benar sangat penting dan dibutuhkan bagi kesehatan manusia sebagaimana manusia membutuhkan makan, bernafas, bergerak, dan tidur. Maka manusia sangat membutuhkan hal-hal ini. Jika manusia tidak bisa tidur, makan selama rentang waktu yang lama maka ia akan sakit. Maka, tubuh manusia pun akan mengalami hal yang jelek jika ia tidak berpuasa.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa’i dari shahabat Abu Umamah:
Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu”. Maka Rasulullah bersabda, “Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa”.

Dan sebab pentingnya puasa bagi tubuh adalah karena puasa bisa membantu badan dalam membuang sel-sel yang sudah rusak, sekaligus sel-sel atau hormon atau pun zat-zat yang melebihi jumlah yang dibutuhkan tubuh. Dan puasa, sebagaimana dituntunkan oleh Islam adalah rata-rata 14 jam, kemudian baru makan untuk durasi waktu beberapa jam.
Ini adalah metode yang bagus untuk sistem pembuangan sel-sel atau hotmon yang rusak dan membangun kembali badan dengan sel-sel baru. Dan ini sangat berbeda dengan dengan apa yang difahami kebanyakan orang bahwa puasa menyebabkan orang menjadi lemah dan lesu. Puasa yang bagus bagi badan itu adalah dengan syarat dilakukan selama satu bulan berturut-turut dalam setahun, dan bisa ditambahkan 3 hari setiap bulan. hal ini sesuai benar dengan anjuran Rasulullah dalam sebuah haditsnya:

Siapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, maka itu sama dengan puasa dahr (puasa sepanjang tahun).
Dan Allah pun membenarkan ucapan Nabi ini dengan firman-Nya:

Barangsiapa yang beramal dengan satu perbuatan baik, maka Allah memberikan kepadanya 10 kali lipat dari amalan itu.
Satu hari dihargai 10 hari oleh Allah, maka 3 hari dihargai 30 hari, dan bila 3 hari setiap bulan maka menjadi 36 hari. Dan ini senilai dengan 360 hari atau satu tahun dalam penghargaan Allah.

Tom Branch, dari Columbia Press mengatakan:

Menata Waktu Meraih Prestasi


            Kita telah tahu pentingnya menata waktu di mata para ulama, sehingga hasilnya dapat kita lihat dan rasakan sampai hari ini. Hal ini tidak lain karena semata-mata petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan  telah memberiItermasuk nikmat besar yang dimiliki umat ini. Allah   berfirman :Ipetunjuk kepada umatnya, sebagaimana Allah 
Artinya: “Dan Dia telah menundukan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manuasia itu sangat zhali dan sangat mengingkari (nikmat Allah).”
AyatNya yang lain:
“Dan Dia telah menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang
itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami-Nya.”

Dalam ayat lain Allah telah mencela orang-orang kafir yang telah menyia-nyiakan umur mereka.
Allah telah berfirman :
“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan?, maka rasakanlah (adzab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolongpun.”

dalam ayat bersumpah dengan waktu, yang hal ini
Ilainnya betapa banyak Allah  telah menjadikan para ulama bersikap hati-hati ketika menggunakan waktu. Seharusnya kita pun bersikap demikian, karena sebagaimana dikatakan bahwa “waktu itu tidak berkembang biak, tidak memanjang, tidak berhenti, tidak kembali ke belakang dan terus berjalan ke depan.”

            Prestasi tinggi para ulama tentu tidak begitu saja dapat diraih dengan mudah, hal ini melalui tahapan dan pembiasaan yang memerlukan kerja keras. Langkah-langkah panjang yang kadang membuat sebagian orang putus asa.
            Prestasi yang tinggi dimulai dari sesuatu yang sederhana. Bangunan yang menjulang pada dasarnya terdiri dari tumpukan batu bata yang berukuran kecil. Beberapa hal dalam upaya menata waktu kita tidak lepas dari upaya kita dalam berinteraksi dengannya. Di bawah ini beberapa contoh dalam berinteraksi dengan waktu yang dapat kita ikuti:
Iagar prestasi kita meningkat di hadapan 
1. Memanfaatkan Waktu sekecil apapun dengan amalan berpahala.
Hendaknya setiap detik waktu kita harus diusahakan pada upaya meningkatkan ibadah telah banyak mengajarkan kepada kita
r. Dan Rasulullah Ikepada Allah  agar waktu sekecil apapun menjadi lebih berpahala, misalnya ketika bersabda, artinya: “Barangsiapa mengucapkan rRasulullah  ‘Subhanallaahil ‘Azhiim Wa bihamdihi’ (Maha Suci Allah Tuhan Yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya), akan ditumbuhkan baginya sebatang pohon kurma di surga”.
Kalimat-kalimat Tasbih (subhanallah) dan Tahmid (al-hamdulillah) merupakan kalimat ringan yang dapat kita ucapkan setiap saat. Hal ini bisa anda lakukan ketika disaat-saat kegiatan, seperti: menunggu panggilan di Klinik, saat hendak makan, ketika bertamu, saat janjian dengan seseorang, di warnet, dan berbelanja.
 
2. Menyendiri dalam situasi yang memungkinkan atau menemui orang lain dalam waktu yang tidak berlama-lama dan tidak berlebihan, karena dengan kesendirian seseorang akan lebih banyak merenung dan instrospeksi diri.
 

Melengkapi Rumus Ajaib untuk Qur'an Indonesia



Rumus Al-Bana (Mencari Halaman Juz Al-Qur’an Standar)
By : Ambya Abu Fathin

H = [(n-1) x 20] + 2, n {bilangan Juz yang sedang dicari (1-30)}

Bagi sahabat2 yang sudah terbiasa membaca Al-Qur’an 1 day 1 juz, insyaAllah dengan rumus ini akan lebih mudah untuk membuka halaman awal juz yang akan kita baca, dan tentunya ini ja...uh lebih memudahkan bagi sahabat2 yang lain yang ingin dan hendak bertilawah 1 day 1 juz.

Misalnya, Kita akan membuka Juz ke-26!
Caranya : Gantikan “n” dengan bilangan 26 yang merupakan bilangan juz yang sedang kita cari.

H = [(n-1) x 20] + 2
H = [(26-1) x 20] + 2
H = [(25) x 20] + 2
H = [500] + 2
H = 502

Jadi Juz ke-26 dimulai dari halaman 502. Silahkan sahabat buka halaman 502, dan sahabat akan membuktikan ‘keajaiban’ rumus ini. Sahabat pun bisa membuktikan untuk membuka atau mencari halaman juz yang lain.

NB : Rumus ini berlaku untuk mushaf standar medinah (timur tengah) dan atau mushaf yang standar halamannya sama seperti Qur’an Syamil.

Adapun untuk Al-Qur'an Indonesia yang standar halamannya terdiri dari 18 baris, rumusnya sebagai berikut :

H = [(n-1) x 16] + 1, n {bilangan Juz yang sedang dicari (1-30)}

Misalnya, Kita akan membuka Juz ke-11!
Caranya : Gantikan “n” dengan bilangan 11 yang merupakan bilangan juz yang sedang kita cari.

H = [(n-1) x 16] + 1
H = [(11-1) x 16] + 1
H = [(10) x 16] + 1
H = [160] + 1
H = 161

Jadi Juz ke-11 pada Al-Qur'an cetakan Indonesia standar 18 baris dimulai dari halaman 161. silahkan buktikan juga untuk juz2 yang lainnya, InsyaAllah bermanfaat.

 (Ambya Abu Fathin )

Masalah Kewanitaan



HAID (MENSTRUASI)
Haid adalah darah yang keluar dari seorang wanita secara alami, akibat sel telur (ovum) yang tidak dibuahi, siklus haid ini terjadi pada waktu-waktu tertentu.
1. Usia wanita yang mengalami haid tidak tertentu, kapan seorang wanita melihat pada dirinya darah haid, maka ia telah dianggap haid, walaupun belum berusia 9 tahun atau berusia di atas 50 tahun.
2. Batas minimal dan maksimal masa haid tidak tertentu, jadi ketika seorang wanita melihat darah kebiasaan tersebut bukan karena luka dan sebagainya maka darah itu adalah darah haid tanpa diukur dengan masa tertentu. Kecuali jika haid itu berlanjut dan tidak berhenti, atau berhenti dalam waktu yang singkat maka itulah yang disebut dengan istihadhah.
3. Bila orang yang hamil itu melihat darah, maka ia berada dalam dua situasi:
Pertama: Bila itu terjadi beberapa waktu sebelum melahirkan, misalnya dua hari sebelumnya dan disertai rasa sakit maka itu adalah darah nifas.
Kedua: Bila itu terjadi beberapa waktu sebelum melahirkan tanpa disertai rasa sakit atau keluar jauh sebelum waktu melahirkan, maka darah itu bukanlah nifas, tetapi itu adalah darah haid, bila keluarnya pada hari-hari kebiasaannya haid. Bila darah itu bukan darah kebiasaannya haid, maka darah itu adalah darah fasad (rusak/kotor), tidak ada hukumnya.
4. Beberapa hal yang di luar kebiasaan haid:
Pertama: Bertambah dan berkurangnya masa haid
Kedua: Cepat atau lambatnya waktu datangnya haid. Hukum kedua keadaan ini adalah bila ia melihat darah maka ia dianggap haid, dan bila ia telah bersih, berarti ia telah dianggap suci, baik itu melebihi darah kebiasaannya ataupun kurang dari itu. Baik itu melewati atau lebih lambat dari waktu kebiasaannya.
Ketiga: Berwarna kuning dan keruh. Bila itu terjadi pada saat haid atau bersambung dengan haid sebelum suci, maka itu adalah darah haid dan berlaku baginya hukum-hukum haid. Dan bila itu terjadi setelah suci, maka itu bukan darah haid, kecuali bila pada akhir bersihnya terdapat tanda-tanda haid seperti adanya rasa sakit dan sebagainya, maka itulah haid.
Keempat: Darah haid keluar secara terputus-putus, yaitu sehari keluar darah dan sehari lagi tidak keluar.
Dalam hal ini terdapat 2 kondisi:
1. Jika hal itu terjadi pada seorang wanita di setiap waktunya, maka darah itu adalah darah istihadhah, dan berlaku baginya hukum istihadhah.
2. Jika kondisi ini tidak sering terjadi pada seorang wanita, tapi kadangkala saja datangnya, bila berhentinya darah kurang dari sehari maka hal itu tidak dianggap suci, kecuali bila ia mendapatkan bukti yang menunjukkan bahwa ia suci, misalnya, berhentinya darah tersebut pada akhir masa kebiasaannya atau melihat lendir putih.
Kelima: Terjadinya pengeringan darah, yaitu bila wanita tidak mendapatkan selain rasa lembab atau basah (pada kemaluannya). Jika hal itu terjadi pada saat masa haid atau bersambung dengan haid sebelum suci, maka berlaku baginya hukum haid. Tetapi bila itu terjadi setelah masa suci, maka itu tidak termasuk haid.
5. Haid itu akan berhenti dengan keluarnya lendir putih, yaitu cairan berwarna putih yang keluar pada akhir masa haid, kecuali bila lendir putih itu bukan kebiasaan akhir haidnya, maka masa sucinya adalah keringnya darah.
6. Bila setitik cairan dengan jumlah yang sangat sedikit, keluar dari seorang wanita, maka terdapat dua kemungkinan; bila itu terjadi pada masa haid dan ia menganggapnya sebagai darah haid yang ia kenal, maka itu berarti darah haid, dan bila terjadi di luar kebiasaan waktu haid dan ia tidak menganggapnya sebagai darah haid yang ia kenal, maka darah itu tidak ada hukumnya karena termasuk sesuatu yang sedikit (yang dimaafkan).
7. Bila seorang wanita hamil keluar darah ketika mengandung, keadaannya ada dua:
Pertama: Bila darah itu keluar terus menerus tanpa henti (di saat-saat haidnya) sejak hamil, maka ini termasuk darah haid.
Kedua: Bila darah itu berhenti lalu setelah itu ia melihat darah yang bukan darah kebiasaan, maka ini tidak termasuk darah haid.

ISTIHADHAH
Istihadhah adalah keluarnya darah terus-menerus pada seorang wanita tanpa henti sama sekali atau berhenti sebentar seperti dua hari atau tiga hari.
1. Kondisi wanita mustahadhah ada tiga:
Pertama: Sebelum mengalami istihadhah, ia telah mempunyai waktu haid yang jelas. Dalam kondisi seperti itu, hendaklah ia berpedoman kepada jadwal haidnya yang telah diketahui sebelumnya. Maka pada masa itu dihitung sebagai haid dan berlaku baginya hukum-hukum haid. Adapun selain masa tersebut maka itu merupakan istihadhah yang berlaku baginya hukum-hukum istihadhah.
Kedua: Tidak mempunyai waktu haid yang jelas sebelum istihadhah, sementara ia mengalaminya terus-menerus mulai dari saat pertama kali ia melihat darah. Dalam kondisi ini, hendaklah ia melakukan tamyiz (pembedaan); seperti jika darahnya berwarna hitam atau kental atau berbau, maka yang terjadi itu adalah haid dan berlaku baginya hukum-hukum haid. Dan jika tidak demikian, maka yang terjadi itu adalah istihadhah dan berlaku baginya hukum-hukum istihadhah.
Ketiga: Tidak mempunyai waktu haid yang jelas dan tidak bisa membedakan darahnya secara tepat. Misalnya jika istihadhah yang dialaminya terjadi terus-menerus mulai dari saat pertama kali melihat darah, sementara darahnya memiliki satu sifat saja atau berubah-ubah dan tidak mungkin dianggap sebagai darah haid. Dalam kondisi seperti ini, hendaklah ia mengambil kebiasaan wanita pada umumnya. Jadi masa haidnya adalah enam atau tujuh hari pada setiap bulan dihitung mulai dari saat pertama kali mendapati darah. Sedang selebihnya adalah istihadhah. Bila ia lupa hari pertama haidnya, maka ia memulainya pada awal bulan sabit.
2. Wanita Mustahadhah harus berwudhu setiap akan sholat jika waktunya telah masuk dan bila akan wudhu ia harus mencuci bekas darah itu lalu meletakkan kain dan kapas (atau Softex) untuk menyerap darah.
3. Cairan putih yang keluar dari rahim bukan dari kandung kemih adalah suci dan hukumnya adalah bila itu berlanjut terus maka hal itu tidak membatalkan wudhu, tetapi ia hanya berwudhu untuk sholat jika waktunya telah masuk, lalu sholat fardhu atau sholat sunnah, tetapi bila cairan itu kadang-kadang berhenti maka wudhunya batal, maka sholatnya ditunda hingga darah itu berhenti selama ia tidak khawatir dengan habisnya waktu sholat, bila ia khawatir waktu sholatnya habis maka ia boleh berwudhu, menjaga (kebersihannya) lalu sholat.
NIFAS
Nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena melahirkan, baik bersamaan dengan kelahiran itu, sesudahnya atau sebelumnya, dua atau tiga hari, yang disertai rasa sakit.
1. Masa nifas maksimal 60 hari, bila darah itu keluar terus dengan cara yang sama, maka ia tidak boleh melewati masa maksimalnya, yaitu 60 hari. Bila ia mendapati darah (setelah 60 hari), maka hendaklah ia mandi lalu sholat. Kecuali bila bertepatan dengan masa haidnya maka ia tetap menunggu hingga masa haidnya habis lalu mandi dan sholat. Bila tidak bertepatan dengan masa haidnya, maka darah itu adalah darah kotor yang tidak memiliki hukum. Hendaklah ia menghilangkan bekas-bekasnya dan berwudhu setelah masuknya waktu, lalu sholat.
2. Bila wanita itu telah bersih dari nifas, lalu keluar lagi dengan warna, bau dan dengan segala keadaannya yang sama dengan darah nifas, maka itu adalah nifas, bila tidak demikian, maka itu adalah darah haid dan bila tetap berlanjut maka itu adalah darah istihadhah.
3. Bila janin itu mengalami keguguran setelah 81 hari, maka ia harus mengamati apakah janin itu sudah dalam bentuk manusia atau tidak. Bila telah berbentuk manusia, maka darahnya adalah darah nifas, dan umumnya janin yang sudah berumur 90 hari dalam kandungan sudah berbentuk manusia. Dan bila mengalami keguguran sebelum berusia 80 hari maka darah itu bukanlah darah nifas, tetapi darah penyakit, karena itu yang berlaku baginya adalah hukum wanita mustahadhah, ia harus mencuci bekas-bekas darah, lalu berwudhu untuk sholat bila telah masuk waktunya.
4. Tidak mengapa bila suami ingin menggauli istrinya bila ia telah bersih dari nifas sebelum 40 hari.
Sholawat dan salam atas nabi kita Muhammad Shollallahu ‘Alaihi wa Sallam beserta keluarga dan para sahabatnya.

BEBERAPA HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN WANITA YANG DITINGGAL MATI SUAMINYA

Tujuh Golongan yang Mendapat Perlindungan Allah di hari Akhir



Dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: "Aku takut kepada Allah", seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya." (HR Bukhari)


Tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tidak ada perlindungan kecuali hanya perlindungan Allah.

Yang pertama, imamun adil, pemimpin yang adil, hakim yang adil. Subhanallah, terdepan, yang pertama mendapat perlindungan Allah. Dan sungguh negeri Indonesia yang tercinta ini sangat merindukan pemimpin yang adil, hakim yang adil.

Yang kedua, pemuda yang aktif, gesit, dalam ibadah kepada Allah SWT. Aktivitasnya mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.

Yang ketiga, manusia, hamba Allah, yang hatinya senang berada di dalam masjid. Dia betah di masjid. Shalat berjama'ah, ia senang, subuh-subuh ia menegakkan shalat berjamaah. Allahu Akbar, tentu ini hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah.

Kemudian yang keempat, orang yang bersedakah yang tangan kanannya memberi tapi tangan kirinya tidak tahu. Subhanallah.. Apa ini? Orang yang ikhlash, tidak riya, tidak ujub.

Kemudian yang kelima, orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah, berpisah karena Allah.

Yang keenam, sangat sulit ini, pemuda yang dirayu,
digoda, oleh wanita cantik yang memiliki kekayaan, lalu ia berkata: "Aku takut kepada Allah". Keinginan maksiatnya ada, tapi rasa takutnya kepada Allah lebih hebat, sehingga ia tidak mau melakukan kemaksiatan. Kita sangat merindukan pemuda, yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa, sehingga ia mampu menahan dari berbagai macam godaan.

Kemudian yang ketujuh,
yaitu pemuda, atau hamba Allah, atau orang yang dalam ingatannya kepada Allah, dalam ibadahnya, dalam doanya, dalam dzikirnya, ia menangis. Allahu Akbar, menangis.. Dua tetesan yang dibanggakan Allah di hari kiamat, pertama tetesan darah fii sabilillah, kedua tetesan air mata karena menangis, takut azab Allah, karena merasa bersalah atas segala dosa yang ia lakukan kepada Allah, karena ia sangat mencintai Allah.

Subhanallah.. Inilah golongan yang kelak mendapat pertolongan Allah di hari kiamat kelak.

Kejeniusan Imam Bukhari



Bukhari diakui memiliki daya hapal tinggi, yang diakui oleh kakaknya Rasyid bin Ismail. Kakak sang Imam ini menuturkan, pernah Bukhari muda dan beberapa murid lainnya mengikuti kuliah dan ceramah cendekiawan Balkh. Tidak seperti murid lainnya, Bukhari tidak pernah membuat catatan kuliah. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak mencatat, namun Bukhari diam tak menjawab. Suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang pernah disampaikan selama dalam kuliah dan ceramah tersebut. Tercenganglah mereka semua, lantaran Bukhari ternyata hafal di luar kepala 15.000 hadits, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat mereka catat.

Ketika sedang berada di Bagdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 orang ahli hadits yang ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam pertemuan itu, 10 ulama tersebut mengajukan 100 buah hadits yang sengaja "diputar-balikkan" untuk menguji hafalan Imam Bukhari. Ternyata hasilnya mengagumkan. Imam Bukhari mengulang kembali secara tepat masing-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia menyebutkan seluruh hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara urut, sesuai dengan urutan penanya dan urutan hadits yang ditanyakan, kemudian membetulkannya. Inilah yang sangat luar biasa dari sang Imam, karena beliau mampu menghafal hanya dalam waktu satu kali dengar.

Selain terkenal sebagai seorang ahli hadits, Imam Bukhari ternyata tidak melupakan kegiatan lain, yakni olahraga. Ia misalnya sering belajar memanah sampai mahir, sehingga dikatakan sepanjang hidupnya, sang Imam tidak pernah luput dalam memanah kecuali hanya dua kali. Keadaan itu timbul sebagai pengamalan sunnah Rasul yang mendorong dan menganjurkan kaum Muslimin belajar menggunakan anak panah dan alat-alat perang lainnya.
(Rodhi Kelvianto)