Friday, April 21, 2017

AADP DKI 2017 ???

Ada Apa Dengan Pilkada DKI 2017 ? :D

*Sebelum membaca, ada info dulu ya, ini hanya catatan kecil saya, #imho alias In My Humble Opinion, so.. #cmiiw alias Correct Me If I Wrong heheh
Nulis ini dalam keadaan tenang,  santai dan adem..jadi semoga tulisan ini bisa sedikit menyejukkan.. (?) :D


Ketika kita memilih sesuatu yang sifatnya kompetisi atau menjagokan seseorang, tentu akan sangat bahagia jika pilihan kita ternyata jadi pilihan orang lain juga..

Seperti di Pilkada DKI kemarin, kita tentunya bahagia jika pilihan yang kita jagokan ternyata banyak yang memilih apalagi sampai menang.
Tapi nyatanya, tak semua yang kita harapkan bisa terwujud termasuk kesamaan pilihan kita dengan orang-orang terdekat, teman, sahabat, saudara, bahkan yang tinggal satu atap pun belum tentu punya pilihan sama..😂

Sebelum lanjut, mau bahas tentang pandangan politik saya dulu ya, gatau ini penting apa ngga, tapi yaudahlah saya tulis aja, blog saya ini wkwk
Jadi, dulu itu saya selalu males sama hal-hal yang berbau politik, menurut saya waktu itu, politik itu ga ada yang 'bersih', penuh dengan pencitraan dan banyak kamuflase 😂
Terus, saya punya temen yang deket banget, ya..sahabatan gitu, tapi dia tuh melek politik banget, dan malah sering debat sama saya karena saya terlalu anti sama politik wkwk
Tapi sekarang sih ga terlalu anti, malah udah lumayan sering kepoin ini itu, karena saya baru sadar  bahwa ternyata politik itu penting untuk diketahui, bukan berarti kita harus berkecimpung dan menjadi kader dalam suatu partai ya, tapi sebagai pemenuhan kebutuhan pengetahuan kita sebagai warga negara.
Sahabat saya menjelaskan, memang politik itu ga selamanya 'bersih', pasti ada saja oknum yang bermasalah dan bikin kacau sehingga efek domino pun tak bisa dihindari lalu berimbas pada rusaknya citra dunia politik.
Jadi..ketika kita sudah tau keadannya seperti itu, maka jangan ditinggalkan tapi dukunglah orang-orang baik yang punya  keahlian dalam berpolitik untuk berkiprah disana dan jadi orang baik di dunia politik. Kenapa? Karena jalannya roda pemerintahan ini tidak bisa lepas dari dunia politik. Simplenya, kita butuh orang baik di pemerintahan.

Menjadi orang 'baik' di pemerintahan tidaklah mudah, pasti ada saja 'godaan'nya, suka liat kan ada kasus korupsi ini itu di berita tv?
Tapi sayangnya kita seringnya ga tahu apakah mereka yang tertuduh sebagai koruptor dan diblowup di media adalah memang benar korupsi atau hanya sengaja difitnah alias korban penjebakan?
Wallahu a'lam..hanya Allah yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik layar..

Soal pemilu, saya baru beneran nyadar pentingnya pemilu adalah ketika pemilihan presiden 2014 lalu hehe
Baru kerasa emosionalnya ketika pilihan kita ternyata kalah 😂
Semakin berasa emosional lagi pas pemilihan Gubernur DKI kemarin.. ya..wajar sih, soalnya dari bulan November 2016 s/d hari ini yg sudah H+2 pemilu ini banyak peristiwa luar biasa apalagi di media sosial hingga detik ini masih saja rame bahas soal pilkada..

Pilihan di putaran ke-dua kemarin hanya ada 2 pilihan sih.. Nomor 2 dan Nomor 3. Tapi faktanya di lapangan, masyarakat DKI tidak hanya terbelah jadi 2 kubu, tapi 3 kubu, atau malah lebih (?).
Jadi, ada yang pro no.2, ada yang pro no.3,  dan ada juga yang ga pro dua-duanya alias GolPut 😂
Kenapa bisa bilang begitu?
Karena saya menemukan teman SMP saya yang update status di medsosnya bahwa ia tidak memilih siapapun, karena menurutnya dua pilihan itu ga ada yang bener-bener cocok sama kriteria dia, tapi siapapun yang menang dia akan bantu jika programnya pro rakyat, jika menyusahkan yaudah tinggalin aja..
itu salah satu contohnya, mungkin ada beberapa orang lagi yang golput kemarin -,-
kan sayang ya suara jadi hilang, satu pun sangat berarti.. 😂
Setidaknya kita ada usaha untuk memilih mana yang paling 'mending' di antara dua pilihan.. :D

Karena kata guru ngaji, memilih saat pemilu adalah bentuk ibadah, amal shalih dan juga ikhtiar kita.. ikhtiar dalam menentukan pemimpin yang baik dan pro rakyat.
Banyak orang yang bilang, jangan bawa-bawa agama ke dalam dunia politik. Tapi faktanya politik ga bisa dipisahkan dari agama bro,sis. Ga percaya? Baca aja sejarah-sejarah berbagai bangsa di zaman dulu , atau sejarah bangsa Indonesia aja deh yang lebih deket..pasti ada kaitannya kan? Nah..ada kan..
Lagipula, kita yang khususnya beragama islam, seperti yang kita ketahui, agama kita ini mengatur dari hal kecil sampai hal besar, segala sesuatu ada adabnya,  dari soal makan dan minum aja ada adabnya, apalagi soal kehidupan sebagai warga negara yang menghadapi masa pemilu? :D

Soal pilihan dalam pilkada kemarin, setiap orang punya pilihannya masing-masiang, punya sudut pandang, penilaian dan pemahaman masing-masing, jadi ya selaw saja kalau menemukan berbagai perbedaan pendapat, udah sunnatullah-nya itu mah..hehe

Tapi sebagai muslim, saya berusaha mentaatiNya, sesuai perintah Allah dalam al qur'an, kita diharuskan memilih pemimpin muslim. Ya walupun..pada awalnya saya kurang sreg sama beliau karena dulu sempat jadi jubir dari pasangan lawan dari capres jagoan saya wkwk, itu pertama. Yang kedua, pilihan saya ini adalah pilihan yang dianjurkan juga oleh para ulama dan tokoh agama.
Kemarin ada saksi dari pihak no.2 yang ditanya, "kenapa mau jadi saksi untuk no.2?" padahal si saksi muslimah berjilbab, kemudian ia menjawab "pilih no.3 juga ga bakal masuk surga", jaaah 😂
Seharusnya ya jangan hopeless gitu bu, emang sih kita manusia biasa tempat salah, dosa dan lupa, tapi setidaknya ada ikhtiar kita untuk memperbanyak amal baik termasuk mentaati perintah Allah, karena kita gatau kebaikan mana yang akan mengantarkan kita ke surga nanti. Tapi balik lagi, soal mau percaya atau ngga ya terserah masing-masing pribadi..hehe

Sampai disitu, pasti ada saja yang ga setuju saya bawa-bawa agama ya? Iyalah..di medsos banyak, bahkan saudara jauh yang masih ada hubungan darah aja doi ga se-ide sama saya 😂
Emang dah pilkada kali ini  lebih panas dari sebelumnya, apalagi di medsos..beuuuh...😓
ini PilGub rasa PilPres ya jadinya wkwk
yaa..maklumlah, Jakarta kan Ibu Kota, jadi kayak miniaturnya Indonesia gitu.. :D
Dari yang temenan jadi ga temenan, yang saudaraan jadi debat mulu, yang kenal jadi pura-pura gak kenal..dahsyat emang 😂

Yodah kita lanjut ke alasan lain, saya pilih yang paling 'mending' citranya. Nah soal citra juga tiap orang punya pandangan masing-masing pastinya..
Klo saya pribadi, melihat dari soal etika dalam berbicara, saya pilih yang lebih santun..
Dari track record, saya pilih yang tidak tersangkut kasus korupsi, walaupun beberapa waktu lalu sempat ada berita yang menyeret nama pilihan saya tapi sepertinya ga berlanjut dan hanya hoax hehe
Sedangkan pilihan yang satu lagi itu namanya pernah beberapa kali terseret di kasus korupsi (liat di tv) tapi ga pernah terusut dengan tuntas juga, eh apa saya yang kurang update ya 😂
Terus..klo lihat tulisannya bang Panji, pilihan saya ternyata juga didukung oleh mantan-mantan ketua KPK dan jajaran tokoh penting..jadi wajarlah saya jadi lebih yakin..hehe
Selain itu juga karena program-program kerja yang ditawarkan yang sepertinya akan sangat bermanfaat jika bisa tercapai.

Oia, yang membuat pilkada kali ini jadi lebih emosional mungkin terpicu oleh kasus al Maidah ya..
Klo menyimak sidang kemarin, Jaksa Penuntut Umum membacakan soal kapan saja yang bersangkutan menyinggung ayat tersebut, jadi ternyata tak hanya saat di Kepulauan Seribu, tapi juga tertulis di salah satu halaman di buku beliau yang terbit sebelum tahun 2010. Selain itu beliau membuat guyonan mau bikin wifi dengan nama "almaidah' dan passwordnya adalah 'kafir' 😂
Ya..wajar atuh pak, kemarin umat islam tersinggung dan protes karena itu kan hal sensitif.. malah dilaporkan pada yang berwajib..
Nah dalam hal ini juga umat islam terbelah ada pro kontra soal pengaduan ini..😂
Tapi ya..mungkin karena kurang ditanggapi akhirnya diadakan aksi yang ternyata ga cukup sekali, jadi secara bertahap sesuai respon dari yang berwajib seperti apa..
Intinya sih, tidak ada asap klo tidak ada api, ada pergerakan pasti ada penyebabnya.. kita doakan semuanya bisa sampai di ujung yang baik..

Nah di media sosial..bener-bener luar biasa ya the power of medsos ini, kenapa?
Karena di medsos segala isu gampang tersebar, ada berita benar ada berita hoax. Akun penyebarnya pun tidak sedikit yang anonim (pasti karena takut ketahuan ya wkwk).
Di medsos, banyak orang merasa bebas untuk tubir (red.ribut) sana sini karena ga tatap muka langsung, "ah medsos ini", jadi banyak orang lebih berani untuk koar-koar di medsos ckck
Ada yang nyinyirin si A, nyinyirin si B. Ada yang membuat seolah-olah pihak A nyinyir ke B, atau pihak B nyinyir ke A, padahal kita ga tau apakah yang nyinyir itu bener A atau B,  Atau malah sebenarnya hanya adu domba oleh pihak C? Who knows :)

Yang saya ga setuju adalah ketika ada yang tubir alias ribut serta nyinyir dengan bawa-bawa agama, jangan deh..agama kita ini mengajarkan kesantunan kan..yang ada malah memunculkan pandangan kurang baik terhadap agama kita, jadi,  'ga suka' boleh, tapi nyinyir atas nama agama ga boleh ya..harus tetap santun..
Terus ada lagi yang mengaku dari pendukung kubu sebelah, ribut dan nyinyir bawa-bawa kebon binatang segala 😂
Jadi intinya yang bikin keruh ini mungkin hanya oknum-oknum yang aktif di medsos dan menggoreng isu. Jadi perputaran tubir ini terus berlanjut seperti bandul yang bergerak kiri kanan tidak tahu kapan berhenti terus berbalas-balasan, pertanyaannya siapa yang mulai? Ga ada yang tau pasti karena ga ada yang mau ngaku juga kali wkwk

Saya yakin sih, pasti kedua kubu berusaha menjalani pilkada ini dengan cara yang baik dan menjaga agar semua berjalan kondusif..
Walaupun sebelum hari H pemilihan saya lihat berita  di tv dan medsos soal aliran sembako dari salah satu kubu 😂
*ups,hehe

Klo scroll timeline, khususnya facebook dan twitter, banyak yang komen klo no.3 kebanyakan teori, dan programnya terlalu ngawang-ngawang dan sulit direalisasikan, ya itu terserah sih setiap orang punya pendapat masing-masing. Karena wajar saja, no.3 kan masih dalam rangka menawarkan program jadi ya bentuknya masih teori (pastinya sudah diperhitungkan terlebih dahulu ya pak). Lain lagi dengan no.2 yang petahana, beliau-beliau kan saat ini sedang menjabat, jadi ya program-program yang ditawarkan ya tidak jauh dengan apa yang sekarang sedang dikerjakan, jadi penawarannya lebih aplikatif dan sudah bisa diukur.

Nah kemarin, hasil quick count menunjukkan bahwa no.3 lebih unggul sekitar 15% dari no.2 , lumayan jauh ya, jadi memang kemungkinan besar hasil real count nanti akan sama tetap unggul, kalaupun meleset ya hanya satu atau dua persen kali ya..

Saya ucapkan, Alhamdulillah..
Semoga bapak-bapak no.3 ini dapat mengemban dan menjalankan amanah baru ini dengan baik. semoga bisa lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Karena kemenangan sesungguhnya adalah ketika bapak-bapak berhasil dalam menjalankan program-program yang ditawarkan kemarin.. semoga senantiasa diberi kesehatan dan kelancaran ya Pak :)

Dan untuk bapak-bapak no.2, saya sebagai warga Jakarta mengucapkan banyak terima kasih atas dedikasinya untuk membangun Jakarta beberapa tahun terakhir, semoga bisa tetap terus bersinergi untuk membangun Jakarta yang lebih baik.
Untuk kasus yang kemarin itu, semoga hukum di Indonesia bisa ditegakkan seadil-adilnya, apapun itu.. Dan tentunya kami harap agar bapak bisa lebih menjaga lisannya ya pak, karena menurut pribahasa, lidah lebih tajam daripada pedang.
Dari kasus kemarin itu insyaAllah pasti akan ada hikmah yang terselip..

Untuk pendukung no.3, mari wujudkan rasa syukur kita dengan mendo'akan yang baik-baik untuk jakarta kedepannya, tetap santun dan jaga sikap, jangan terpancing untuk membuat atau menyebarkan pict meme bully-an yang menyinggung pihak lain..

Untuk pendukung no.2, berlapang dada aja ya sob, kecewa itu manusiawi, tapi jangan nyinyir dan nyindir-nyindir terus ya di medsos, mending kita berdo'a untuk jakarta yang lebih baik. Yang lucu adalah di facebook banyak yang nagih janji ke no.3, pdahal milih ngga, padahal dilantik aja belum hehehe..
Ya intinya gausah khawatirlah, Gubernur terpilih kan nantinya akan jadi pemimpin dan pelayan masyarakat Jakarta secara keseluruhan bukan hanya untuk pendukung si A atau si B atau yang golput saja :D

Jadi mulai hari ini, kita sama-sama support Gubernur baru yang belum dilantik ini agar bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi, dan kita ucapkan terimakasih untuk gubernur yang akan segera jadi demisioner..
Oia, masih ada waktu 6 bulan lagi menjabat ya Pak, semoga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin pengabdiannya untuk Jakarta.

Semuanya terjadi atas kehendakNya, jadi mari kita terima dengan lapang dada :)

Nah, yang kemarin pada sering debat, yuk kita akur lagi,hehe
Kita sudahi sindir menyindirnya, capek lho gitu terus 😂
Sebisa mungkin kita harus bijaksana dalam menggunakan medsos, jangan sampai terpancing oleh postingan-postingan 'tubir' yang hanya bisa memecahbelah kita..kurangi berbalas-balasan komen dengan bahasa yang kurang baik..
Karna klo kita ribut terus, nanti ada yang seneng lho..siapa? Gatau..hehe 😂
Pernah lihat acara di tv one yang bertajuk "Benang Merah" ga? Itu lho yang narsumnya cuma lewat layar aja, jadi wajah dan suara juga tersamarkan. Jadi pernah waktu itu yang jadi narsumnya adalah si Kang Gorengan, alias penyebar isu pesanan yang diUp di medsos yang bayarannya juga fantastis 😱
Yah..di zaman kecanggihan teknologi ini, banyak orang bisa mengakses medsos kapanpun dimanapun. Jadi sangat mudah untuk menebar berita. Mending berita fakta, tapi klo itu hanya isu belaka alias hoax? Kan ngerugiin bgt ya,ckck

Jadi marilah tetap jaga persatuan, kesantunan dan kewaspadaan..

Si Anak bawang yang cinta damai :D
Kolong Langit, 21 April 2017

Saturday, April 15, 2017

#JurnalKejujuran seri 3 : Akibat

Ada api ada asap
Ada aksi ada reaksi (jadi inget fisika,wkwk)
Ada sebab ada akibat.
Ada Jika ada Maka (?)

Ya, JIKA kita dibohongi kemudian tau kebenarannya dan sadar ternyata kita dibohongi, MAKA kita akan kecewa, setuju? Oke.

Setiap ketidakjujuran punya kadar yang berbeda-beda, ada dari hal kecil sekali, kecil, sedang, besar dan sangat besar. Simplenya dari level rendah sampai level tinggi 
Dan tentunya itu berbanding lurus dengan tingkat kekecewaan yang ditimbulkan beserta kadar 'traumanya'.

Jadi misalnya seseorang dibohongi tentang hal kecil, tentang jam keberangkatan ketika janjian untuk bertemu di suatu tempat. 
Si A menelpon si B.
A: dah berangkat? Sekarang dimana?
B: udah kok, ni dah di jalan.
(Padahal si B masih siap-siap di rumahnya)
Selang beberapa menit si A menelpon kembali si B karena ingin meminta si B mampir ke minimarket di jalan untuk membelikan sesuatu.
A: Hallo,Dah dimana? Dah lewat minimarket belum?
C: maaf kak ini si C adik si B, si B masih di kamar mandi.
A: hah?? O..oke. (kemudian si A jadi bete )

Dari situ si A sadar klo ternyata dia sudah dibohongi sama si B. Mungkin klo pertemuan mereka hanya untuk hal-hal santai misalnya hangout,main,ngeMall dll mungkin komen si A "ah dasar si B, blum jalan kok ngaku dah jalan ckck". Klo pertemuan mereka untuk urusan penting seperti urusan bisnis, meeting dengan client? Bisa gajadi tuh bisnisnya. Atau janjian untuk ketemu di bandara? Klo telat ya bisa hangus tiketnya, mending klo masih penerbangan domestik tiketnya masih terjangkau, klo penerbangan luar negeri selain asia tenggara? Ya jauh lebih muahaaall 
Salahnya jadi double tuh, udah bohong, lelet, terus ngerugiin diri sendiri dan orang lain hadeeuuh -,-

Nah, dari situ, selain timbul efek kecewa, akan ada efek 'trauma', jadi next time ketika mereka janjian untuk ketemuan lagi, si A sudah punya prasangka duluan terhadap si B "ah paling dy telat lagi", atau pas telponan:
A: kamu dimana?
B: ini dah di jalan
A: bener dah jalan? Mana suara jalanannnya?
B: ya ampun beneran ini lagi di jalan, lagi lampu merah nih.
A: Video call coba
B: tuh tuh liat kan dah di jalan?
A: hoo..oke haha

Ya, itu resiko, klo dah bohong sekali ya pasti mau tidak mau orang yang pernah dibohongi akan punya rasa lebih 'waspada' terhadap si pembohong.

Yap, itu bisa dibilang contoh ringan..
Nah klo ketidakjujuran dalam hal besar? Ya pastinya efek kecewa serta efek 'trauma'-nya akan lebih besar, kurang lebih polanya sama seperti contoh tadi..

Contoh kasus lain:
Klo dalam sebuah rumah tangga, misal seorang suami yang berbohong soal jam pulang kerja, dia bilang sudah pulang dan lagi di jalan, nyatanya berjam-jam tidak sampai rumah, ternyata mampir kemana..
Seorang suami yang bilang ke istrinya ada meeting di luar kota tapi ternyata tidak ada meeting, lalu kemana?
Seorang suami yang bilang katanya kerja dan pergi ke kantor tapi ternyata tidak ada di kantor bahkan berminggu-minggu tidak ada di kantor..
Parahnya, ketika ditanya, si suami tidak pernah memberikan penjelasan secara benar dan jelas, malah mungkin menambahinya dengan kebohongan lain (cape deh -,-)
Efeknya? Si istri pasti akan kecewa,  rasa kepercayaan berkurang bahkan jika dilakukan berulang terus-menerus maka kepercayaan akan hilang bahkan bukan tidak mungkin si istri akan meminta cerai. (Oke ini terlalu jauh keluar topik, di seri mendatang mungkin akan dibahas )

Lanjut..
Misal dalam sebuah perusahaan, ada karyawan yang tidak jujur soal keuangan, dia korupsi atau memanipulasi kwitansi atau laporan keuangan..
Atau ia memanipulasi jam kehadiran kantor dengan menyuap petugas absensi agar jam kedatangannya menjadi selalu tepat waktu padahal ia selalu telat..
Nah, jika semua itu ketahuan, maka efeknya?
Kena SP dari perusahaan, mengecewakan rekan kerja dan atasan, kehilangan kepercayaan dari rekan kerja juga atasan, bahkan bisa saja dipecat jika hal itu dilakukan secara berulang..

Seperti yang dibahas di seri sebelumnya, kebohongan memang bisa menyelamatkan atau menguntungkan sementara, tapi merugikan selamanya..

Oia, kira-kira kenapa ya seseorang bisa dengan mudah dibohongi?
Terutama dibohongi dalam hal yang tidak ringan alias serius..hmm
Tergantung situasi dan kondisi sih..

Bisa jadi karma, itu jika si korban pernah melakukan kebohongan besar juga..
Tapi klo tidak?
Mungkin dia terlalu tulus, polos atau terlalu baik hati (dan rajin menabung) mungkin, menganggap semua orang itu baik 
Atau bisa jadi selain polos, mungkin kurang waspada juga dengan pengalaman masa lalu..
contohnya?
Misal, ketika seseorang sedang mengalami guncangan hebat atau shock berat karena telah dibohongi oleh orang terdekatnya. Setelah orang terdekatnya itu berhasil ia tinggalkan, ia malah bertemu lagi dengan orang yang kebetulan tingkat kelihaian dalam berbohongnya lebih tinggi (parah), sebut saja si B, seolah-olah apa yang si B katakan dan ceritakan adalah fakta, bahkan si korban menceritakan bahwa ia punya pengalaman dibohongi oleh orang terdahulu. Lalu si B tiba-tiba menjadi sosok yang seolah-olah sebagai penawar dari kekecewaan si korban di masa lalu. Kemudian si korban pun percaya dan tanpa sadar ia sudah terjerat masuk ke dalam kebohongan yang dibuat oleh si B. Kemudian pada suatu hari terbongkarlah bahwa si B adalah pembohong besar 
Bagaiamana psikologis si korban??
kecewa, marah, kesal dan merutuki kelengahannya yang bisa percaya pada si B..bahkan traumanya malah bertambah 
Ya..mungkin juga itu sebagai bentuk ujian dari-Nya.. si korban sengaja dipertemukan dengan si B agar kewaspadaannya semakin terlatih, daya tahan mentalnya lebih terbangun lagi *tsaah 

Pernah denger ga sih? Klo kehadiran manusia yang satu bagi satu manusia yang lain terkadang atau bahkan sering sebagai ujian?
Simplenya, Allah memberi kita ujian melalui orang lain..

Oia, jadi mohon maaf ya jika kehadiran saya pernah menjadi perantara ujian dariNya 

Soal ujian, insyaAllah ga akan melebihi dari kemampuan kita sebagai hambaNya, Allah kasih ujian ke kita sesuai takarannya..

"Manusia itu tempat salah dan lupa"
Jadi, klo dilihat dari sisi lain,
Si korban dan si pembohong sama-sama salah.
Si korban terlalu lengah dan mudah percaya dan kurang belajar dari pengalaman di masa lalu.
Dan si Pembohong sangat lebih salah lagi, itu menurut saya, heheh

Jadi kesimpulannya, akibat tidak jujur itu...
- berdosa
- mengecewakan orang lain
- merusak psikis si korban (kebohongan tingkat berat)
- tidak dipercaya lagi

Smoga bisa jadi pengingat ya..

Sampai bertemu di seri selanjutnya

shanin
Jakarta, 15 April 2017

Thursday, April 13, 2017

#JurnalKejujuran Seri 2 : Alasan

Pernahkah kita dibohongi orang lain? Pernah..
Bagaimana rasanya dibohongi? Tidak enak..
Pernah berbohong? Pernah..
Rasanya saat berbohong? Tidak tenang, tidak enak dll (bersyukurlah jika masih merasakannya karena itu pertanda hati nurani kita masih hidup hehe)
Ya, kali ini saya mencoba untuk mengulik lebih dalam tentang "alasan kenapa tidak jujur/bohong?"
"Kenapa harus jujur?"
Kenapa harus jujur? Karena itu perintah Tuhan kita, perintah Allah SWT, itu jawaban simplenya.
Jawaban tidak simplenya atau versi rumitnya ada? Ada dong..hehe
Jujur, itu sifat yang baik dan terpuji. Dulu di sekolah pas pelajaran PPKN atau Kewarganegaraan ada bab sifat terpuji kan? Ya, salah satunya Jujur.
Jujur itu memunculkan kepercayaan. Jika kita saling jujur maka kita akan saling percaya.
Akan menjadi nyaman ketika berdiskusi, bersinergi dan berjalan bersama..*kok agak berat ya wkwk
Jujur itu, mudah.. jika kita ditanya tentang hal apapun yang kita ketahui dan benar adanya ya kita tinggal jawab saja tidak pake pikir lama, ya kan?
Jika kita ditanya pagi ini, siang, malam atau besok ya jawabannya pun akan sama.
Jika kita ditanya oleh si A, si B, si C bahkan si Z maka jawabannya akan tetap sama.
Gausah pake mikir untuk mengarang cerita.
Tapi, Jujur juga harus pintar.
Jujur harus di waktu yang tepat, bukan berarti sebelum jujur kita harus berbohong dulu, jelas BUKAN begitu. Lebih baik kita diam dulu atau bilang saja jika kita tidak/ belum bisa mengatakan yang sebenarnya, atau teknik lain mungkin dengan mengalihkan pembicaraan,hehe
Itu lebih baik daripada harus berbohong.
Contoh ringan, "nama asli kamu siapa sih?" nah ada kalanya dalam kondisi tertentu kita tidak mau nama asli kita diketahui, maka jawab saja:
"Untuk apa memangnya?"
"Ya cuma mau tau saja"
"Hoo..klo gitu cukup panggil saja saya Mawar" ya..itu sebagai contoh.. haha
Nah itu bohong ngga? Ngga kan :D
Biasanya itu klo ditanya sama teman di dunia maya..hhe
Jujur juga harus pada orang dan situasi yang tepat, masa iya kalo kita ketemu orang  yang ga baik seperti perampok atau penjahat ketika ditanya "berapa Pin ATM kamu?" lalu jawab jujur? Ya ga mungkinlah ya..hehe
Nah sekarang soal tidak jujur alias "bohong".
Kenapa sih seseorang bisa berbohong?
Biasanya ia ingin mencari ketenangan, ingin mencari aman, dan ingin mendapatkan hal atau sistuasi yang menguntungkan orang tersebut di saat itu juga. Ya, hal-hal itu bisa saja didapatkan dengan berbohong, tapi semuanya fana alias cuma sementara.
Sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai pasti akan tercium juga.
Sepandai-pandainya kita menyimpan kebohongan lambat laun akan ketahuan juga, bagaimanapun caranya..
Karena biasanya, sejahat-jahatnya orang atau seprofesional-profesionalnya atau sejago-jagonya orang berbohong pasti di lubuk hatinya yang paliiing dalaaaamm, ia pasti merasakan kegusaran dan ketidaktenangan batin.
Mau berbohong itu harus mikir dulu, harus ngarang, tadi pagi jawab apa ya, tadi siang jawabnya gimana ya , tadi malam jawabnya apa ya, tadi bilang ke si A gimana ya, tadi bilang ke si B gimana ya, tadi bilang ke si Z gimana ya? Dst..
Gimana? Capek bukan?
Lebih banyak memforsir energi hhe
Kita ambil contoh lagi, soal nama, jadi ada orang yang sengaja mengedit sebuah kartu nama dengan label perusahaan tempat ia bekerja, tapi nama yang ia cantumkan bukan nama sebenarnya dan gelar pendidikan pun ia cantumkan yang padahal itu tidak pernah ia dapatkan..kreatif ya wkwk
Yang parah adalah ketika ia membuat sebuah cerita fiktif atau kebohongan tentang suatu hal yang tidak orang lain pertanyakan, kalau istilah saat ini dikenal dengan pencitraan,hehe
Nah klo ada orang yang jadi terkesan lalu menanyakan atau ingin mengkonfirmasi hal yang terpampang itu gimana?
Mending klo langsung jujur, klo meng-iya-kan hal itu gimana?
Pastinya akan merembet ke hal-hal lain.. ia butuh sebuah kebohongan lanjutan untuk menutupi kebohongan sebelumnya dan itu berulang terus menerus..dari sebuah kebohongan kecil yang terus ditutupi menjadi kebohongan besar..
Astaghfirullah..kebayang gak tuh capeknya gimana? 
Jadi bohong itu lebih boros energi daripada Jujur.
Jujur itu lebih mudah dan menenangkan daripada harus berbohong.
Bohong itu nyusahin, jadi jangan pilih yang susah ya, hidup ini sudah sulit maka jangan dipersulit lagi ya 
Jujur itu menguntungkan,
Tidak jujur itu merugikan 
Sampai disini dulu ya, jika ada kritik ato saran yang membangun monggo disampaikan saja..
Semoga bermanfaat :)
Sampai ketemu di seri selanjutnya ya,hehehe
shanin
Jakarta, 13 April 2017

Selanjutnya Seri 3

Layanan Pendaftaran Paspor Online Sedang Tidak Bisa Diakses, Kenapa?

Di pertengahan bulan Maret 2017, saya ditugaskan kembali untuk membantu pembuatan paspor customer yang akan melaksanakan ibadah Umroh. Tapi ketika saya membuka alamat https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml  ternyata malah tidak bisa diakses, saya kira masalah wifi-nya ternyata setelah ditelusuri ke akun medsos official Ditjen Imigrasi memang ada pemberitahuan bahwa Sistem sedang ada pengembangan dan permajaan jadi berimbas pada terganggunya kelancaran pelayanan Paspor Online. Ntah sampai kapan layanan online ini dapat diakses kembali, yang jelas sampai hari ini, Kamis, 13 April 2017 masih belum bisa diakses..
Berikut lampiran surat pengumuman dari Ditjen Imigrasi:


Baiklaah...semoga cepat terselesaikan ya Pak, dan kami bisa menggunakan pembuatan paspor online sesegera mungkin :D

#JurnalKejujuran seri 1 : Prolog

"Jurnal Kejujuran"

Tulisan ini insyaAllah akan dibuat ber-seri, akan ditulis secara mengalir dan mungkin topiknya juga akan random, tapi tetap akan bertumpu pada satu titik kata, yaitu "Jujur".

Terinspirasi dari pengalaman hidup yang tidak terasa sudah menginjak tahun ke-25(wah, ternyata sudah bukan remaja lagi,wkwk), semoga Allah panjangkan umur yang senantiasa dalam kesehatan dan  keberkahan, aamiin..

Selama 25 tahun, sudah dipastikan banyak pengalaman lika-liku hidup yang berhubungan dengan kejujuran, 25 tahun bukan waktu yang sebentar tentunya, oleh karena itu pasti nanti ga akan teratur dari segi waktu kejadian, yang penting get the point ajah..hehe

Bicara soal jujur, kalau dilihat secara lebih dekat dan mendalam ternyata berat banget ya , tapi sebenarnya simple juga, nah lho? 😅
Iya, karena jika kita jujur..maka efeknya akan besar untuk kehidupan kita dan orang lain, dan jika tidak jujur, maka akan besar pula efeknya ke kehidupan kita juga orang lain.

"JUJUR atau KEJUJURAN mengacu pada aspek karakter, moral dan berkonotasi positif dan berbudiluhur seperti integritas, kejujuran, dan keterusterangan, termasuk keterusterangan perilaku, dan beriringan dengan tidak adanya kebohongan, penipuan, perselingkuhan, dll. Selain itu, kejujuran berarti dapat dipercaya, seria, adil, dan tulus. Kejujuran dihargai di banyak budaya etnis dan agama (Rogers.Carl, 1964, "Toward a modern approach to values: The valuing in the mature person", The Journal of Abnormal anf Social Psychology, 68(2): 160-7).

Nah, udah baca kutipan di atas kan?
Maknanya sangat dalam dan istimewa ya..

Oia, sebelum melanjutkan, saya menulis ini tentunya bukan karena merasa sok baik dan sok suci dan ga pernah bohong, saya hanya manusia biasa yang juga pernah berbohong dalam situasi tertentu dan mendesak,hehe
Saya menulis ini hanya sebagai sebuah ekspresi atau respon dari pengalaman saya yang pernah dibohongi orang lain dengan begitu hebat, dibohongi orang itu tidak enak sama sekali, apalagi kebohongan yang banyak dari hal kecil sampai besar *lah curcol  😂, kenapa efeknya bisa kayak gini ya karna kemarin itu kebohongannya telak banget dan ga habis pikir 😂.

Tulisan ini juga nantinya bersumber dari hal-hal yang pernah saya lihat atau dengar secara langsung, hal kecil atau bahkan yang rumit juga bisa jadi masuk ke Jurnal ini hehe

Selain itu, tulisan ini kedepannya diharapkan terus menjadi pengingat untuk saya pribadi dan mungkin teman-teman yang kebetulan membaca ini, bahwa Jujur itu sangat berharga dan istimewa 😊

Kejujuran itu mendatangkan Simpati
Kejujuran itu mendatangkan Ketenangan
Kejujuran itu mendatangkan Pahala
Kejujuran itu mendatangkan Rasa Percaya Diri
Kejujuran itu mendatangkan Kedamaian
Kejujuran itu menciptakan keluarga yang nyaman
Kejujuran itu menghindarkan seseorang dari tuduhan-tuduhan yang merugikan

Kejujuran itu sangat Menyenangkan..

Sampai bertemu di seri selanjutnya ya 😄

-shanin-
Depok, 12 April 2017

Selanjutnya, Seri 2

Thursday, April 6, 2017

Beda Sudut Pandang, Beda Pemahaman