Ada Apa Dengan Pilkada DKI 2017 ? :D
*Sebelum membaca, ada info dulu
ya, ini hanya catatan kecil saya, #imho alias In My Humble Opinion, so..
#cmiiw alias Correct Me If I Wrong heheh
Nulis ini dalam keadaan tenang, santai dan adem..jadi semoga tulisan ini bisa sedikit menyejukkan.. (?) :DKetika
kita memilih sesuatu yang sifatnya kompetisi atau menjagokan seseorang,
tentu akan sangat bahagia jika pilihan kita ternyata jadi pilihan orang
lain juga..
Seperti di Pilkada DKI kemarin, kita tentunya
bahagia jika pilihan yang kita jagokan ternyata banyak yang memilih
apalagi sampai menang.
Tapi nyatanya, tak semua yang kita harapkan
bisa terwujud termasuk kesamaan pilihan kita dengan orang-orang
terdekat, teman, sahabat, saudara, bahkan yang tinggal satu atap pun
belum tentu punya pilihan sama..

Sebelum
lanjut, mau bahas tentang pandangan politik saya dulu ya, gatau ini
penting apa ngga, tapi yaudahlah saya tulis aja, blog saya ini wkwk
Jadi,
dulu itu saya selalu males sama hal-hal yang berbau politik, menurut
saya waktu itu, politik itu ga ada yang 'bersih', penuh dengan
pencitraan dan banyak kamuflase

Terus,
saya punya temen yang deket banget, ya..sahabatan gitu, tapi dia tuh
melek politik banget, dan malah sering debat sama saya karena saya
terlalu anti sama politik wkwk
Tapi sekarang sih ga terlalu anti,
malah udah lumayan sering kepoin ini itu, karena saya baru sadar bahwa
ternyata politik itu penting untuk diketahui, bukan berarti kita harus
berkecimpung dan menjadi kader dalam suatu partai ya, tapi sebagai
pemenuhan kebutuhan pengetahuan kita sebagai warga negara.
Sahabat
saya menjelaskan, memang politik itu ga selamanya 'bersih', pasti ada
saja oknum yang bermasalah dan bikin kacau sehingga efek domino pun tak
bisa dihindari lalu berimbas pada rusaknya citra dunia politik.
Jadi..ketika
kita sudah tau keadannya seperti itu, maka jangan ditinggalkan tapi
dukunglah orang-orang baik yang punya keahlian dalam berpolitik untuk
berkiprah disana dan jadi orang baik di dunia politik. Kenapa? Karena
jalannya roda pemerintahan ini tidak bisa lepas dari dunia politik.
Simplenya, kita butuh orang baik di pemerintahan.
Menjadi orang
'baik' di pemerintahan tidaklah mudah, pasti ada saja 'godaan'nya, suka
liat kan ada kasus korupsi ini itu di berita tv?
Tapi sayangnya kita
seringnya ga tahu apakah mereka yang tertuduh sebagai koruptor dan
diblowup di media adalah memang benar korupsi atau hanya sengaja
difitnah alias korban penjebakan?
Wallahu a'lam..hanya Allah yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik layar..
Soal pemilu, saya baru beneran nyadar pentingnya pemilu adalah ketika pemilihan presiden 2014 lalu hehe
Baru kerasa emosionalnya ketika pilihan kita ternyata kalah

Semakin
berasa emosional lagi pas pemilihan Gubernur DKI kemarin.. ya..wajar
sih, soalnya dari bulan November 2016 s/d hari ini yg sudah H+2 pemilu
ini banyak peristiwa luar biasa apalagi di media sosial hingga detik ini
masih saja rame bahas soal pilkada..
Pilihan di putaran ke-dua
kemarin hanya ada 2 pilihan sih.. Nomor 2 dan Nomor 3. Tapi faktanya di
lapangan, masyarakat DKI tidak hanya terbelah jadi 2 kubu, tapi 3 kubu,
atau malah lebih (?).
Jadi, ada yang pro no.2, ada yang pro no.3, dan ada juga yang ga pro dua-duanya alias GolPut

Kenapa bisa bilang begitu?
Karena
saya menemukan teman SMP saya yang update status di medsosnya bahwa ia
tidak memilih siapapun, karena menurutnya dua pilihan itu ga ada yang
bener-bener cocok sama kriteria dia, tapi siapapun yang menang dia akan
bantu jika programnya pro rakyat, jika menyusahkan yaudah tinggalin
aja..
itu salah satu contohnya, mungkin ada beberapa orang lagi yang golput kemarin -,-
kan sayang ya suara jadi hilang, satu pun sangat berarti..

Setidaknya kita ada usaha untuk memilih mana yang paling 'mending' di antara dua pilihan.. :D
Karena
kata guru ngaji, memilih saat pemilu adalah bentuk ibadah, amal shalih
dan juga ikhtiar kita.. ikhtiar dalam menentukan pemimpin yang baik dan
pro rakyat.
Banyak orang yang bilang, jangan bawa-bawa agama ke dalam
dunia politik. Tapi faktanya politik ga bisa dipisahkan dari agama
bro,sis. Ga percaya? Baca aja sejarah-sejarah berbagai bangsa di zaman
dulu , atau sejarah bangsa Indonesia aja deh yang lebih deket..pasti
ada kaitannya kan? Nah..ada kan..
Lagipula, kita yang khususnya
beragama islam, seperti yang kita ketahui, agama kita ini mengatur dari
hal kecil sampai hal besar, segala sesuatu ada adabnya, dari soal makan
dan minum aja ada adabnya, apalagi soal kehidupan sebagai warga negara
yang menghadapi masa pemilu? :D
Soal pilihan dalam pilkada
kemarin, setiap orang punya pilihannya masing-masiang, punya sudut
pandang, penilaian dan pemahaman masing-masing, jadi ya selaw
saja kalau menemukan berbagai perbedaan pendapat, udah sunnatullah-nya itu mah..hehe
Tapi sebagai muslim, saya berusaha mentaatiNya,
sesuai perintah Allah dalam al qur'an, kita diharuskan memilih pemimpin
muslim. Ya walupun..pada awalnya saya kurang sreg sama beliau karena
dulu sempat jadi jubir dari pasangan lawan dari capres jagoan saya wkwk,
itu pertama. Yang kedua, pilihan saya ini adalah pilihan yang
dianjurkan juga oleh para ulama dan tokoh agama.
Kemarin ada saksi
dari pihak no.2 yang ditanya, "kenapa mau jadi saksi untuk no.2?"
padahal si saksi muslimah berjilbab, kemudian ia menjawab "pilih no.3
juga ga bakal masuk surga", jaaah

Seharusnya
ya jangan hopeless gitu bu, emang sih kita manusia biasa tempat salah,
dosa dan lupa, tapi setidaknya ada ikhtiar kita untuk memperbanyak amal
baik termasuk mentaati perintah Allah, karena kita gatau kebaikan mana
yang akan mengantarkan kita ke surga nanti. Tapi balik lagi, soal mau
percaya atau ngga ya terserah masing-masing pribadi..hehe
Sampai
disitu, pasti ada saja yang ga setuju saya bawa-bawa agama ya?
Iyalah..di medsos banyak, bahkan saudara jauh yang masih ada hubungan
darah aja doi ga se-ide sama saya

Emang dah pilkada kali ini lebih panas dari sebelumnya, apalagi di medsos..beuuuh...

ini PilGub rasa PilPres ya jadinya wkwk
yaa..maklumlah, Jakarta kan Ibu Kota, jadi kayak miniaturnya Indonesia gitu.. :D
Dari yang temenan jadi ga temenan, yang saudaraan jadi debat mulu, yang kenal jadi pura-pura gak kenal..dahsyat emang

Yodah
kita lanjut ke alasan lain, saya pilih yang paling 'mending' citranya.
Nah soal citra juga tiap orang punya pandangan masing-masing pastinya..
Klo saya pribadi, melihat dari soal etika dalam berbicara, saya pilih yang lebih santun..
Dari
track record, saya pilih yang tidak tersangkut kasus korupsi, walaupun
beberapa waktu lalu sempat ada berita yang menyeret nama pilihan saya
tapi sepertinya ga berlanjut dan hanya hoax hehe
Sedangkan pilihan
yang satu lagi itu namanya pernah beberapa kali terseret di kasus
korupsi (liat di tv) tapi ga pernah terusut dengan tuntas juga, eh apa
saya yang kurang update ya
Terus..klo
lihat tulisannya bang Panji, pilihan saya ternyata juga didukung oleh
mantan-mantan ketua KPK dan jajaran tokoh penting..jadi wajarlah saya
jadi lebih yakin..hehe
Selain itu juga karena program-program kerja yang ditawarkan yang sepertinya akan sangat bermanfaat jika bisa tercapai.
Oia, yang membuat pilkada kali ini jadi lebih emosional mungkin terpicu oleh kasus al Maidah ya..
Klo
menyimak sidang kemarin, Jaksa Penuntut Umum membacakan soal kapan saja
yang bersangkutan menyinggung ayat tersebut, jadi ternyata tak hanya
saat di Kepulauan Seribu, tapi juga tertulis di salah satu halaman di
buku beliau yang terbit sebelum tahun 2010. Selain itu beliau membuat
guyonan mau bikin wifi dengan nama "almaidah' dan passwordnya adalah
'kafir'

Ya..wajar atuh pak, kemarin umat islam tersinggung dan protes karena itu kan hal sensitif.. malah dilaporkan pada yang berwajib..
Nah dalam hal ini juga umat islam terbelah ada pro kontra soal pengaduan ini..
Tapi
ya..mungkin karena kurang ditanggapi akhirnya diadakan aksi yang
ternyata ga cukup sekali, jadi secara bertahap sesuai respon dari yang
berwajib seperti apa..
Intinya sih, tidak ada asap klo tidak ada api,
ada pergerakan pasti ada penyebabnya.. kita doakan semuanya bisa sampai
di ujung yang baik..
Nah di media sosial..bener-bener luar biasa ya the power of medsos ini, kenapa?
Karena
di medsos segala isu gampang tersebar, ada berita benar ada berita
hoax. Akun penyebarnya pun tidak sedikit yang anonim (pasti karena takut
ketahuan ya wkwk).
Di medsos, banyak orang merasa bebas untuk tubir
(red.ribut) sana sini karena ga tatap muka langsung, "ah medsos ini",
jadi banyak orang lebih berani untuk koar-koar di medsos ckck
Ada
yang nyinyirin si A, nyinyirin si B. Ada yang membuat seolah-olah pihak A
nyinyir ke B, atau pihak B nyinyir ke A, padahal kita ga tau apakah
yang nyinyir itu bener A atau B, Atau malah sebenarnya hanya adu domba
oleh pihak C? Who knows :)
Yang saya ga setuju adalah ketika ada
yang tubir alias ribut serta nyinyir dengan bawa-bawa agama, jangan
deh..agama kita ini mengajarkan kesantunan kan..yang ada malah
memunculkan pandangan kurang baik terhadap agama kita, jadi, 'ga suka'
boleh, tapi nyinyir atas nama agama ga boleh ya..harus tetap santun..
Terus ada lagi yang mengaku dari pendukung kubu sebelah, ribut dan nyinyir bawa-bawa kebon binatang segala

Jadi
intinya yang bikin keruh ini mungkin hanya oknum-oknum yang aktif di
medsos dan menggoreng isu. Jadi perputaran tubir ini terus berlanjut
seperti bandul yang bergerak kiri kanan tidak tahu kapan berhenti terus
berbalas-balasan, pertanyaannya siapa yang mulai? Ga ada yang tau pasti
karena ga ada yang mau ngaku juga kali wkwk
Saya yakin sih, pasti kedua kubu berusaha menjalani pilkada ini dengan cara yang baik dan menjaga agar semua berjalan kondusif..
Walaupun sebelum hari H pemilihan saya lihat berita di tv dan medsos soal aliran sembako dari salah satu kubu

*ups,hehe
Klo
scroll timeline, khususnya facebook dan twitter, banyak yang komen klo
no.3 kebanyakan teori, dan programnya terlalu ngawang-ngawang dan sulit
direalisasikan, ya itu terserah sih setiap orang punya pendapat
masing-masing. Karena wajar saja, no.3 kan masih dalam rangka menawarkan
program jadi ya bentuknya masih teori (pastinya sudah diperhitungkan
terlebih dahulu ya pak). Lain lagi dengan no.2 yang petahana,
beliau-beliau kan saat ini sedang menjabat, jadi ya program-program yang
ditawarkan ya tidak jauh dengan apa yang sekarang sedang dikerjakan,
jadi penawarannya lebih aplikatif dan sudah bisa diukur.
Nah
kemarin, hasil quick count menunjukkan bahwa no.3 lebih unggul sekitar
15% dari no.2 , lumayan jauh ya, jadi memang kemungkinan besar hasil
real count nanti akan sama tetap unggul, kalaupun meleset ya hanya satu
atau dua persen kali ya..
Saya ucapkan, Alhamdulillah..
Semoga
bapak-bapak no.3 ini dapat mengemban dan menjalankan amanah baru ini
dengan baik. semoga bisa lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Karena
kemenangan sesungguhnya adalah ketika bapak-bapak berhasil dalam
menjalankan program-program yang ditawarkan kemarin.. semoga senantiasa
diberi kesehatan dan kelancaran ya Pak :)
Dan untuk bapak-bapak
no.2, saya sebagai warga Jakarta mengucapkan banyak terima kasih atas
dedikasinya untuk membangun Jakarta beberapa tahun terakhir, semoga bisa
tetap terus bersinergi untuk membangun Jakarta yang lebih baik.
Untuk
kasus yang kemarin itu, semoga hukum di Indonesia bisa ditegakkan
seadil-adilnya, apapun itu.. Dan tentunya kami harap agar bapak bisa
lebih menjaga lisannya ya pak, karena menurut pribahasa, lidah lebih
tajam daripada pedang.
Dari kasus kemarin itu insyaAllah pasti akan ada hikmah yang terselip..
Untuk
pendukung no.3, mari wujudkan rasa syukur kita dengan mendo'akan yang
baik-baik untuk jakarta kedepannya, tetap santun dan jaga sikap, jangan
terpancing untuk membuat atau menyebarkan pict meme bully-an yang
menyinggung pihak lain..
Untuk pendukung no.2, berlapang dada aja
ya sob, kecewa itu manusiawi, tapi jangan nyinyir dan nyindir-nyindir
terus ya di medsos, mending kita berdo'a untuk jakarta yang lebih baik.
Yang lucu adalah di facebook banyak yang nagih janji ke no.3, pdahal
milih ngga, padahal dilantik aja belum hehehe..
Ya intinya gausah
khawatirlah, Gubernur terpilih kan nantinya akan jadi pemimpin dan
pelayan masyarakat Jakarta secara keseluruhan bukan hanya untuk
pendukung si A atau si B atau yang golput saja :D
Jadi mulai hari
ini, kita sama-sama support Gubernur baru yang belum dilantik ini agar
bisa membawa perubahan yang lebih baik lagi, dan kita ucapkan
terimakasih untuk gubernur yang akan segera jadi demisioner..
Oia, masih ada waktu 6 bulan lagi menjabat ya Pak, semoga bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin pengabdiannya untuk Jakarta.
Semuanya terjadi atas kehendakNya, jadi mari kita terima dengan lapang dada :)
Nah, yang kemarin pada sering debat, yuk kita akur lagi,hehe
Kita sudahi sindir menyindirnya, capek lho gitu terus

Sebisa
mungkin kita harus bijaksana dalam menggunakan medsos, jangan sampai
terpancing oleh postingan-postingan 'tubir' yang hanya bisa memecahbelah
kita..kurangi berbalas-balasan komen dengan bahasa yang kurang baik..
Karna klo kita ribut terus, nanti ada yang seneng lho..siapa? Gatau..hehe

Pernah
lihat acara di tv one yang bertajuk "Benang Merah" ga? Itu lho yang
narsumnya cuma lewat layar aja, jadi wajah dan suara juga tersamarkan.
Jadi pernah waktu itu yang jadi narsumnya adalah si Kang Gorengan, alias
penyebar isu pesanan yang diUp di medsos yang bayarannya juga fantastis

Yah..di zaman kecanggihan teknologi ini, banyak orang bisa mengakses medsos
kapanpun dimanapun. Jadi sangat mudah untuk menebar berita. Mending
berita fakta, tapi klo itu hanya isu belaka alias hoax? Kan ngerugiin
bgt ya,ckck
Jadi marilah tetap jaga persatuan, kesantunan dan kewaspadaan..
Si Anak bawang yang cinta damai :D
Kolong Langit, 21 April 2017