Showing posts with label Umroh. Show all posts
Showing posts with label Umroh. Show all posts

Wednesday, October 12, 2016

KEUTAMAAN UMROH

Keutamaan haji dan umrah banyak disebutkan dalam berbagai hadits. Hal ini mendorong umatb muslim untuk menjalankannya untuk memperoleh pahala dan rahmat dari Allah Swt. Berbagai pahal, keutamaan, serta manfaat dari ibadah umrah ini membuat umat muslim berlomba-lomba untuk dating ke tanah suci dan mengerjakan ibadah umrah.
Beberapa Keutamaan Umrah:
1.    Umrah adalah penghapus dosa
Antara satu umrah dengan umrah berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantara keduanya, dan haji mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali surge (Al-jannah).” (HR.muslim no.1349, dari Abu Hurairah ra).
 
2.    Umrah Merupakan amalan yang paling utama
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata:
Rasulullah Saw ditanya, “Apakah amalan yang paling utama?” Beliau Menjawab, “Beriman kepada Allah dan rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “kemudian apa lagi?” Beliau kemudian menjawab, “Kemudian apa lagi ya Rasulullah?” “Haji Mabrur”, jawab Nabi Saw. (HR.Bukhari no.1519)
Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:
Siapa yang berangkat menunaikan haji kemudian meninggal dunia, maka ditulis baginya pahala dari ibadah haji (terus menerus) hingga hari kiamat, Siapa yang berangkat menunaikan umrah kemudian meninggal dunia, maka ditulis baginya pahala dari ibadah umrah (terus menerus) hingga hari kiamat, siapa yang berangkat perang fisabilillah kemudian meninggal dunia, maka ditulis baginya pahala dari ibadah perangnya itu (terus-menerus) hingga hari kiamat.” (Musnad Abu Ya’la)
 
3.    Orang yang berhaji dan berumrah adalah utusan Allah
Dari Abu Hurairah ra, nerkata bahwa:
Rasulullah Saw bersabda: “Delegasi (utusan) Allah ada tiga yaitu, Pasukan perang, orang haji dan orang umrah.” (HR. Ibn Hibban dalam Kitab Shahih-nya 9/hal 6)   
 
4.    Pahalanya 700 kali lipat
Dari Buraidah ibn al Kushaib berkata:
Rasulullah Saw bersabda: “Nafkah (biaya yang dikeluarkan) untuk haji itu sebagaimana nafkah yang dikeluarkan fi sabilillah (di jalan Allah) yaitu diganjar dengan pahala 700 kali lipat. (HR. Abu Syaibah, Abu Ya’la, Ahmad, Thabrani di dalam Al Awsat dan Al Baihaqi dengan sanad Hasan)
 
5.    Allah membanggakannya di hadapan para malaikat
Dari Ibn Musayyab berkata:
“Aisyah ra, telah berkata: Rasulullah Saw bersabda ; “Tidak ada suatu hari dimana Allah paling banyak membebaskan hambaNya dari api neraka selain hari Arafah. Pada hari itu Allah mendekati hambaNya dan membanggakan mereka di hadapan para Malaikat, seraya berfirman: (lihatlah para malaikatKu)” Apa yang dikehendaki para hambaKu ini?” 9HR. muslim no.1348)

Perbedaan Haji dan Umroh

 “…. Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran :97)

Pengertian Haji dan Umroh
Haji secara bahasa artinya “mengunjungi sesuatu yang diagungkan”. Sedangkan secara syariat, Haji yaitu mengunjungi Baitullah untuk menjalankan ibadah tertentu seperti tawaf, sa’I, dan wukuf di Arafah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.
Sedangkan umrah secara etimologis berarti “ziarah” atau “mengunjunginya”, yaitu mengunjungi Baitullah untuk beribadah kepada Allah Swt dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Waktu Pelaksanaan Haji:
1.    Haji hanya dilakukan pada bulan haji, yaitu tanggal 8-13 Zulhijjah.
2.    Haji dilakukan tidak hanya di Mekkah, akan tetapi juga wukuf di Arafah dan jumrah di Mina. Adapun umrah hanya dilakukan di Masjidil haram, di Mekkah, yaitu dengan melaksanakan ritual tawaf dan sa’i.

Waktu Pelaksanaan Umroh:
   Pendapat yang dipegang oleh jumhur ulama fiqih bahwa umrah itu hukumnya
sunah. Bukannya makruh jika dilakukan di hari-hari sunah yaitu sebelum dan sesudah haji. Abu Umar pernah berkata “Tidak apa apa orang melakukan umrah sebelum haji. Nabi Saw pernah berumrah sebelum haji” (HR. Imam Ahmad dan Bukhari).
Terdapat dalam keterangan yang sahih bahwa Aisyah ra pernah melakukan umrah setelah haji pada bulan Zulhijjah. Peristiwa itu terjadi pada haji Wada (HR. Bukhari)
Para ulama madzhab Hanafi berkata “umrah dimakruhkan pada lima hari yaitu: Hari Arafah, hari Nahar, dan hari tasyrik yang ketiga.” Tetapi Abu Yusuf memandang umrah itu empat hari setelah dikurangi hari tasyriq. Setiap pendapat bersandar pada anshar seorang sahabat. Waktu yang paling utama adalah bulan Ramadhan.

Sumber :
Umrah, Menggapai Berkah di Tanah Suci. Hj Masrura Ram Idjal.2014. Bandung : Cendekia Visitama 

PANDUAN PERSIAPAN UMROH

Persiapan Umrah
Umrah bukan hanya perjalanan, sebagaimana arti harfiahnya. Umrah adalah sebuah perjalanan untuk kembali kepada Allah Swt. Perjalanan yang merupakan kilas balik dari proses hadirnya manusia di muka bumi ini. Perjalanan menemui Sang Maha Pencipta.
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih  baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun” (QS.Al Mulk:2)
Perjalanan itu tidaklah bisa dipandang sebelah mata. Perjalanan yang memerlukan berbagai persiapan. Tentu saja persiapan yang utama adalah
mempersiapkan hati kita. Membersihkannya dari berbagai kotoran yang selama ini melekat dan menyelimutinya bertahun-tahun.
Mengembalikan kejernihan rohani kita yang selama ini tercemar oleh berbagai sifat buruk di dalam kehidupan. Proses persiapan rohani ini tidak pernah kita tahu, berapa lama harus kita persiapkan sebelum kita berangkat ke Tanah Suci.
Sementara itu, persiapan fisik dan persiapan lainnya relative lebih mudah dan terukur untuk kita lakukan. Semua persiapan harus kita lakukan, sehingga perjalanan yang kita nantikan ini berlangsung dengan lancar, serta benar-benar memberikan arti dalam dalam hidup kita.
Persiapan-persiapan yang biasanya sudah kita lakukan beberapa waktu sebelum berangkat seperti:
1.   Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah Swt maupun kepada sesame manusia. Meminta maaf dan memaafkan orang tua, keluarga, sanak kerabat, teman, dan tetangga dan memohon doa restu agar perjalanan umrah kita lancar.
 
2.   Mempersiapkan fisik dan juga mental untuk mengikuti seluruh rangkaian perjalanan umrah yang memerlukan keikhlasan, ketawakalan, dan kepasrahan kepada Allah Swt.
 
3.  Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan maupun untuk keluarga yang ditinggalkan.
 
4.    Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nazar, utang, infak, dan sedekah.
 
5.  Melaksanakan janji yang pernah diucapkan dan menyelesaikan semua urusan yang berhubungan dengan