Saturday, April 23, 2011

Syair Sastra Arab (5)

Menolak Kebenaran ::





وعين الرضا عن كل عيب كليلة


كما أن عين السخط تبدي المساويا



Pandangan simpati menutup segala cela
Sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat





وَمَنْ يَكُ ذَا فَمٍ مُرٍّ مَرِيْضٍ يَجِدُ مَرًّا بِهِ المَاءَ الزُّلالا
Barangsiapa yang merasa sakit mulutnya
Niscaya air yang tawar akan terasa pahit baginya




إِن ُ كنتَ َ لا تَدرِي فَتِلكَ مُصِيبٌَة


وَإِن ُ كنتَ تَدرِي َفاُلمصِيبَُة َأع َ ظمُ



Jika engkau tidak tahu maka ini musibah
Dan apabila engkau tahu maka musibahnya lebih parah




إِن كُنتَ لاَ تَدرِي فَتِلكَ مُصِيبَةٌ وَإِن كُنتَ تَدرِي فَالمُصِيبَةُ أَعظَمُ



Jika engkau tidak tahu maka ini musibah
Dan apabila engkau tahu maka musibahnya lebih parah




كم من كتاب قد تـصفحته وقلت في نفسي لقد صححته


ثم إذا طـالعته ثــانيــا رأيت تـصحيـفا فأصلحته



Betapa banyak buku yang telah kubaca
Kukatakan di dalam hati, semuanya kubenarkan
Kemudian tatkala kutelaah untuk kali kedua
Kutemui kesalahan maka kubenahi (agar benar)




Mencela Ulama Ahlus Sunnah ::





واعلم رحمك الله أن لحوم العلماء مسمومة



“Ketahuilah semoga engkau dirahmati Alloh, bahwa daging para ulama itu beracun”
[Imam Ibnu Asakir dalam Tabyin Kadzibil Muftari. Melalui perantaraan al-Aqwaal hal. 2]




احذر لسانك أن يقول فتبتلى إن البلاء موكل بالمنطق



Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka
Sebab petaka itu bergantung pada ucapan




Tempuhlah Jalan Keselamatan ::





ترجو النجاة و لم تسلك مسالكها


إن السفينة لا تجري على اليبس



Kau dambakan keselamatan, tapi engkau tak menempuh jalurnya
Sungguh bahtera tak kan pernah berlayar di daratan




والحق منصور وممتحن


فلا تعجب فهذي سنة الرحمن



Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujian,
maka janganlah heran, sebab ini adalah sunnah ar-Rahman (sunnatullah)




Tergesa-gesa ::





من استعجل الشَّيء قبل أوانه عوقب بحرمانه



“Barang siapa yang tergesa-gesa ingin memetik sesuatu sebelum saatnya,
niscaya ia akan dihukumi dengan kegagalan mendapatkannya.”




Jangan Ikuti Hawa Nafsu ::





والنفس كالطفل إن تهمله شب على *** حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم



Hawa nafsu itu bagaikan anak kecil, bila kau manjakan maka sampai besar
ia akan terus senang menyusu dan bila kau hentikan maka akan berhenti




*sumber:
islam-download.net
Al-Ilmu.web.id
muslim.or.id
abusalma.wordpress.com


No comments:

Post a Comment

Thank You ^_^